Cover Buku Kebo Iwa dan Sri Karang Buncing

Hasil Buruan 27 tahun,Untuk mengumpulkan data" Kebo Iwa dan Sri Karang Buncing

Poto Pak Made Masih Remaja

Poto tahun 1990, Bersama penglingsir Warga Sri Karang Buncing Jero Wayan Gede Oka (3 dari kiri) di depan "SUMUR UPAS" (dalam gubug), sumur diperkirakan dibuat oleh Ki Kebo Iwa oleh penduduk setempat disebut Kebo Suwo Yuwo.

Desa Adat Gamongan, Tiyingtali, Kecamatan Abang, Karangasem.

Foto Tahun 1992, bekas Pura Penataran Lempuyang

Pura Kuru Baya

Pura Kuru Baya terletak di barat Pura Gaduh, Blahbatuh. Pura ini tempat Ki Kbo Iwa mendapat wangsit bahaya, bahwasanya akan terjadi firasat buruk yang akan menimpanya. Tapi karena satya wacana dan mengemban tugas raja beliau akhirnya berangkat juga, maka terjadilah kenyataan pirasat itu dan beliau menemui ajal di tanah Jawa.

Pura Kawitan Blahbatuh

Pura Kawitan Yang terletak di barat daya Kota Gianyar

Bale Panjang Kebo Iwa

Bale Panjang Kebo Iwa di Jaba Pura Puseh Beda, Sudimara, Tabanan ,, dikisahkan dalam Prasasti Maospahit, bahwa bale ini dibuat untuk Kebo Iwa ,,, dimana dulunya sendi akhir berada jauh ke barat sekitar 300 meter ,,,

Simbol Penghulu Sri Karang Buncing

Simbol

Pak Made Lagi Jualan Buku

Pak made mempromosikan buku terbitan pertamanya

Pembuatan Tapel Kebo Iwa

Process pembuatan tapel Kebo Iwa berlokasi di gianyar oleh bapak Tjokorda

Sabtu, 23 Juni 2012

Wabup Sudikerta Buka Paruman Agung Pesemetonan Agung Sri Karang Buncing Se-Bali


Mangupura (Metrobali.com)-
Pesemetonan Agung Sri Karang Buncing se-Bali melaksanakan Paruman Agung di Padukuhan Sri Karang Buncing, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Kab. Badung. Acara tersebut dibuka Bupati Badung diwakili Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Sudikerta, Sabtu (23/6). Paruman ini mengambil tema “Kita Tingkatkan Koordinasi dan Komunikasi menuju Kebersamaan yang Harmonis“. Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Umum Pengurus Pusat Pasemetonan Sri Karang Buncing I Made Supatra Karang, Ida Pandita Dukuh Acharya Dhaksa, perwakilan dari PHDI Badung, Camat Petang, Perbekel dan Bendesa Adat Carangsari.
Wabup. Sudikerta dalam dharma wecananya menyampaikan,  apresiasi kepada pasemetonan agung sri karang buncing Bali yang mampu bersatu didalam menjalankan swadarmaning dharmaning agama dan dharmaning negara terutamanya melaksanakan paruman agung. Melalui paruman agung ini diharapkan dapat menjadi wadah didalam mengevaluasi program-program yang telah dilaksanakan maupun yang direncanakan sehingga bermanfaat bagi pasemetonan khususnya dan masyarakat Bali pada umumnya.  “Kami harapkan paruman ini dapat berjalan dengan baik dan mampu menghasilkan program-program pembangunan yang bermanfaat serta dapat memupuk rasa menyama braya paiketan pasemetonan Agung Sri Karang Buncing ini,” ujar Sudikerta. Pada kesempatan tersebut Wabup. Sudikerta menyerahkan dana punia sebesar Rp. 25 juta.
Ketua Panitia Drs. Made Nada Atmaja, M.Si dalam kesempatan tersebut melaporkan, tujuan dari paruman agung ini sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Mahasabha yang kedua di Gedung Budaya Gianyar yakni program agama, budaya dan seni, program perekonomian dan organisasi. Pasemetonan Sri Karang Buncing akan selalu mendukung sekaligus menjaga keajegan dan lestari agama, seni dan budaya Bali. Pada program perekonomian, Pasemetonan akan berencana membentuk sebuah koperasi. Dalam bidang organisasi akan dibentuk organisasi kepemudaan dan kewanitaan. “Hasil dari paruman ini nantinya kami harapkan dapat dilaksanakan oleh pasemetonan mempererat tali persaudaraan diantara Pesemetonan Agung Sri Karang Buncing,” katanya. SUT-MB


Link Bisa di klik disini http://metrobali.com/?p=8814

Tokoh Kebo Iwa Dilecehkan, Pesemetonan Karangbuncing Mengadu KPID Bali


Denpasar (Metrobali.com)-
Stasiun MNC TV kembali diadukan oleh masyarakat, karena salah satu sinetronnya yang mengangkat Cerita Rakyat Bali tentang tokoh “ Kebo Iwa” dianggap telah melecehkan tokoh tersebut. Masyarakat Bali dari keturunan Sri Karang Buncing , yang nota bene juga menurunkan Tokoh Kebo Iwa tersebut, dalam aduannya yang diterima KPI D Bali, berdasarkan surat aduan No. 64/VI/HK-02/SKB/2011, tertanggal 11 Juni 2012, yang diterima KPI D Bali tanggal 12 Juni  tersebut,  menyatakan bahwa stasiun televisi tersebut telah melecehkan Tokoh Panutan Masyarakat Bali tersebut .
I Made Suparta Karang, Ketua Umum Pasemetonan Sri Karangbuncing menyatakan bahwa sinetron tersebut mengesankan pelecehan terhadap Tokoh Kebo Iwa. Dalam tayangan tersebut, Kebo Iwa diceritakan sebagai seorang raksasa yang menyeramkan dan berperilaku tidak terpuji.  “ Kami sebagai warih beliau,  merasa belum bisa terima terhadap tayangan tersebu,” tandasnya seperti yang dilansir kpid-baliprov.go.id.
Menyikapi aduan tersebut, I Wayan Yasa Adnyana, SH, MH., Koordinator bidang pengawasan isi siaran KPI D Bali , menyatakan salut dan berterima kasih kepada Pasemetonan Sri Karang Buncing, karena telah menggunakan haknya sebagai bagian dari masayrakat Bali, yang secara proaktif ikut melindungi nilai-nilai kearifan local Bali. “ Itu kami hormati, dan kami hargai,”tandasnya.  Dengan semakin meningkatnya kesadaran masayrakat untuk ikut mengawasi lembaga penyiaran dan menggunakan hak-haknya itu, tentu akan dapat menyempurnakan kinerja KPI D Bali .
Selain menyambut baik aduan terebut, dia sudah menindak lanjutinya dengan mengirim surat teguran keras ke MNC TV melalui  KPI Pusat.  Dalam surat yang ditandatangani Drh.Komang Suarsana, M.MA tersebut,  sanksi yang dberikan KPI D Bali , adalah meminta Manajemen MNC TV agar menghentikan siaran sinetron Kebo Iwa dan juga meminta agar MNC TV menyiarkan permintaan maaf dalam bentuk adlibs kepada masyarakat Bali terutama kepada keturunan  tokoh Kebo Iwa yang ada diplosok Nusantara. “ Kita sudah mengirim teguran dan kita menunggu tindak lanjut klarifikasi yang biasanya dimediasi oleh KPI Pusat,” ungkapnya, atau kalau MNC TV menerima sanksi tersebut, maka permintaan itu akan langsung dilaksanakan, seraya mengatakan surat tersebut juga ditembuskan ke Gubernur Bali, DPRD Bali (khusus ke Komisi I DPRD Bali).YS-MB

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More