Jumat, 21 Februari 2020

VIII PALINGGIH BENTUK DAN NAMA DEWA

VIII
PALINGGIH
BENTUK DAN NAMA DEWA
BENTUK PALINGGIH

NAMA STHANA DEWATA

Peradaban masyarakat Bali pada awalnya percaya dengan adanya Animisme dan Dinamisme yaitu percaya dengan adanya roh dan kekuatan alam sekitar sebagai penguasa alam sebelum ditempati oleh manusia. Roh dan kekuatan alam yang tidak kelihatan kasat mata dan asal usul keberadaannya sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari umat manusia, bisa bersifat menguntungkan dan menyengsarakan. Terjadi kejadian-kejadian aneh yang tidak bisa dipecahkan akal sehat seperti luput dari bencana atau tertimpa musibah,dikarenakan dahulu pernah merusak alam sekitar tanpa pemberitahuan sebelumnya. Melalui fenomena kerauhan yang terjadi diketahui sebab akibat yang diterima sekarang. Lewat para tetua desa atau para pertapa yang diyakini bisa berkomunikasi dengan roh alam penguasa tersebut untuk menghaturkan upakara umat sebagai bukti permohonan maaf dan simbol keharmonisan manusia dengan penguasa alam lain.Tempat upakara dibuatkan seadanya bisa berupa batu, kayu, bambu bahkan bisa sebatang pohon tertentu sebagai stana para roh tersebut lalu dibusanakan ala manusia. Akhirnya terjadi keterikatan antara manusia dengan roh atau kekuatan alam
sekitarnya. Karena diyakini mendapat keselamatan atau petunjuk berguna dalam kehidupan ini, akhirnya mereka membayar sesaudan/ kaul sesuai yang diucapkan,baik berupa palinggih, bale pesayuban, upakara dan lain-lain. Perkembangannya tempat yang awalnya sebatang pohon atau batu, kini berdiri sebuah pura yang sangat megah, lengkap dengan tri mandala, tiga halaman pura.Yang awalnya masyarakat Bali pemuja Alam beserta isinya secara langsung pada perkembangannya disatukan menjadi satu tempat dalam suatu desa dan jagat,dibangun personifikasi dari wujud ida bhatara seperti prerai, pratima, arca dan bentuk sthana, palinggih lengkap dengan parerepan, bale panca resi, bale pengaruman sebagai bentuk kebersamaan dalam kehidupan di dunia ini.Dibawah ini ditampilkan bentuk palinggih dan nama ista dewata yang di stanakan maupun fungsi bale upakara dan penunjang lain di Pura Dalem Sarin Bwana:

I MANDALA UTTAMA
terdiri dari: 






II MADYA MANDALA
terdiri dari beberapa bangunan suci berikut:



III KANISTA MANDALA
terdiri beberapa bangunan suci berikut:






0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More