Sabtu, 30 Oktober 2010

KONTOVERSI ANTARA MPU KUTURAN & SENAPATI KUTURAN

Kontroversi antara Mpu Kuturan dengan Senapati Kuturan

           Argumentasi lain yang menyebutkan Mpu Kuturan datang di Bali pada zaman pemerintahan Sri Dharmmodayana Warmadewa, dan beliau banyak membangun tempat suci (pura) yang ada di Bali, juga terdapat beberapa silang interpretasi yang berbeda-beda terhadap argumentasi tersebut, sedikit komparasi antara:

Versi Jawa, menyebutkan Mpu Kuturan:
adalah seorang pendeta atau rohaniawan berasal dari Majapahit (Usana Bali) dan referensi lain menyebutkan keberadaan beliau Mpu Kuturan yang bersaudara kandung dengan Mpu Genijaya, Mpu Ghana, Mpu Semeru, Mpu Bharadah yang hidup pada zaman pemerintahan Airlangga tahun 1019. Mungkinkah seorang resi membangun pura pura yang ada di Bali? Karena seorang resi (pertapa) berusaha hidup melepaskan keterikatan duniawi dan hidup dari hasil pajak kerajaan. Mengapa konsep yang dibuat oleh Mpu Kuturan dalam penataan tempat suci (pura) yang ada di Bali tidak lazim terdapat di Jawa, seperti ada Pura Desa, Pura Puseh, Pura Dalem, Pura Panti, Pura Segara, Pura Tambak Kurung atau dengan perkataan lain, terdapat pemujaan berdasarkan atas karakteristik atau sifat kekhasan dari pura tersebut, yaitu ada Pura Umum (Sad Kahyangan, Kahyangan Jagat), Pura Teritorial (Kahyangan Desa), Pura Fungsional (Pura Subak, Pura Melanting, Pura Sagara, dll), Pura Kawitan (Sanggah Kamulan, Pura Ibu, Pura Panti, Pura Dadya).
           Pada zaman pemerintahan raja-raja Bali Kuno, pertapaan para pendeta hidup dari tunjangan hasil pajak yang diberikan oleh raja. Para pendeta kerajaan diangkat dan diberikan wewenang untuk mengurus pertapaan dan tempat pemujaan raja oleh raja yang berkuasa pada saat itu, begitupun sebaliknya seorang raja akan diangkat dan disahkan serta diberikan gelar ke-dewa-an oleh para pendeta kerajaan. Raja Bali Kuno pada akhir pemerintahan bersifat konsisten menjalani kehidupan wanaprasta yaitu melepaskan keterikatan dunia materi, dengan hidup menyepi atau pergi ke tempat yang lebih tinggi (gunung) untuk mencari keagungan Tuhan. Sedangkan Mpu Kuturan banyak disebut-sebut dalam Usana Bali yang ditulis setelah Bali ditaklukkan oleh Majapahit.
           Menurut Prasasti Dadya Pajenengan dan Prasasti Pasek Bandesa, alih aksara lontar Kantor Dokumentasi Budaya Bali tahun 1998, menjelaskan, dari Batara Brahma lahir seorang putra bernama Brahmana Pandita nama lain Mpu Witadharma menurunkan seorang putra bernama Mpu Wiradharma menurunkan tiga orang putra, yang sulung bernama Mpu Lampita, yang menengah Mpu Adnyana, paling bungsu bernama Mpu Pastika. Mpu Lampita melahirkan dua orang putra, yang sulung bernama Mpu Pakuturan dan adiknya bernama Mpu Pradah. Jadi Prasasti ini bertentangan dengan Bancangan Pasek Gelgel diatas, dimana Mpu Lampita menurunkan lima orang putra yaitu Brahmana Pandita (Mpu Gnijaya), Mpu Semeru, Mpu Ghana, Mpu Kuturan, Mpu Bradah, sedangkan dalam prasasti Dadya Pajenengan dan Prasasti Pasek Bandesa menurunkan dua putra, Mpu Pakuturan dan Mpu Pradah, tidak muncul nama Mpu Ghana, Mpu Semeru, dan Mpu Gnijaya.
           Dalam Babad Pasek yang disusun oleh Jro Mangku Ketut Soebandi (2004:20,36), Mpu Kuturan muncul dua periode yaitu zaman pemerintahan Raja Sri Udayana Warmmadewa tahun Caka 923/1001 Masehi dan pada zaman pemerintahan Raja Sri Masula Masuli tahun Caka 1246/1324 Masehi. 
           Dalam lontar Raja Purana Pura Lempuyang, Gamongan, muncul Mpu Kuturan bersama keturunan Sri Pasung Grigis dan Sri Jaya Katong sekitar tahun 1324 Masehi, dan banyak opini masyarakat Mpu Kuturan identik dengan Senapati Kuturan (Versi Bali).
           Dalam dongeng serat calon arang yang digubah tahun 1540 menceritakan kejadian lima ratus tahun yang lalu, Mpu Baradah diutus oleh raja Erlangga datang ke Bali untuk menawarkan salah satu anaknya menjadi raja di Bali, karena anak beliau mempunyai hak waris menjadi raja Bali. Sebelum Mpu Baradah menemui sang raja, secara protokoler, seorang tamu wajib mengikuti aturan-aturan yang ditentukan oleh penguasa Bali saat itu. Proses Mpu Baradah sebelum menemui sang raja diwajibkan menghadap sang senapati (mahapatih) sebagai panglima perang saat itu. Yang pada saat itu diterima oleh sang Senapati Kuturan. Tidak secara tegas menyebutkan siapa nama pejabat Senapati Kuturan saat itu.
           Dalam buku Sejarah Bali Dwipa oleh ND. Pandit Shasri (1963:53) tertulis, Hal yang perlu diingat ialah bahwa prasasti-prasasti yang berhubungan dengan diri Mpu Bharada yang dihubungkan dengan diri Mpu Kuturan, tidak ada dikeluarkan pada zaman orangnya sendiri. Prasasti yang didapatkan di Jawa Timur (Aksobyah) ber-angka tahun 1289 Masehi bertentangan dengan keterangan yang menyatakan bahwa beliau itu datang pada zaman pemerintahan raja Sri Udayana.       
           Kalau ditarik periode tahun kedatangan Mpu Kuturan tiba di Bali, Isaka 923/1001 Masehi dan dihubungkan dengan kedatangan Mpu Gnijaya pada tahun Isaka 971/1049 Masehi, terdapat tenggang waktu yang sangat mencolok sekali selama 48 tahun. Mungkinkah periode selama 48 tahun pendeta Mpu Gnijaya baru tiba di Bali?
           Sedangkan dalam bagan silsilah MGPSSR, Mpu Bharadah yang datang ke Bali pada era keberadaan Mpu Kuturan tahun Isaka 923/1001 Masehi, menurunkan putra Mpu Bahula, menurunkan putra Mpu Tantular (Mpu Wiranatha), menurunkan putra Danghyang Smaranatha, menurunkan putra Mpu Nirarta yang tiba di Bali tahun Isaka 1382/1460 Masehi. Jadi interval waktu selama 460 tahun, mungkinkah Mpu Baradah hanya menurunkan empat generasi saja?
           Dalam catatan prasasti raja-raja Bali-Kuno, penulis belum menemukan Mpu Kuturan menjadi pendeta kerajaan Sri Dharmma Udayana Warmmadewa yang berkuasa pada era itu. Jabatan pendeta hanya dikeluarkan oleh para sekte/agama yang berkembang pada zaman itu, misalnya: pengikut Sekte Siwa pendetanya disebut dang acharya, Sekte Budha pedetanya disebut dang upadyaya, Sekte Waisnawa pendetanya disebut rsi bhujangga dan lain sebagainya. Disamping itu, untuk menjadi orang suci berdasarkan garis keturunan (Sapinda) misalnya, raja Sri Gnijaya setelah memerintah melakukan hidup suci (wanaprasta) di Lempuyang tetap memakai nama Gnijaya, begitu pun yang melanjutkan pertapaan setelahnya yaitu Sri Maha Sidhimantra Dewa, Sri Indracakru, Sri Pasung Grigis, Sri Rigis, Sri Pasung Giri tanpa amari aran atau berganti nama..

Versi Bali menyebutkan Senapati Kuturan:
 adalah sebuah jabatan mahapatih kerajaan (bukan nama yang menjabat, pejabat), secara stuktural langsung dibawah raja dan bertanggung-jawab atas tempat pemujaan raja yang ada di wilayah Kuturan / Kutur.

Kata senapati berasal dari bahasa sanskerta sena dan pati. Sena berarti tentara sedangkan Pati berarti raja. Jadi senapati berarti raja atau pemimpin tentara. Terdapat beberapa jabatan senapati yang dikenal pada masa pemerintahan Bali Kuno antara lain, Senapati Balembunut, Senapati Dinganga, Senapati Denda, Senapati Mahiringin, Senapati Sarbwa, Senapati Kuturan, Senapati Waransi, Senapati Wrasanten.

Beberapa Kutipan Prasasti yang Menjelaskan Kuturan adalah Nama Tempat/ Wilayah, berikut:

Dalam Prasasti Bwahan dialih aksara dan diterjemahkan oleh Putu Budiastra pada kelompok III A4 tahun caka 1068/1146 Masehi yang dikeluarkan oleh raja Sri Jayacakti, berbunyi;

. . . lawan karaman i wikang ranu maser Kedisan, Bwahan, Air Hawang, tan ategen wilwangharepa salwiran i pamuja nira Sri Maha Raja mare Kutur mwangngi Turunan, apan . . .

Arti Bebas:
. . . selanjutnya krama desa-desa di tepi danau yaitu Kedisan, Bwahan, Air Abang, tidak dipaksa untuk ikut melakukan penghormatan terhadap pemujaan paduka Sri Maha Raja yang ada di Kutur maupun di Turunan karena ..

Dalam Prasasti Pengotan Caka 1103/1181 Masehi, dikeluarkan pada zaman pemerintahan Sri Jayapangus, berbunyi:

. . . mangkana yan hana kapamwatan ri tani karaman i udanapatya tan parabyaparan denira ri padecyannya, makadi sirakmitan Kuturan tan kna pabharu, lawan wnanga yanawunga . .

Arti Bebas
. . demikian pula apabila ada yang membebani penduduk desa di udanapatya tidak boleh mengganggu penduduk desa seperti umpamanya mereka menjaga di Kuturan tidak dikenakan pabharu (iuran) dan diperkenankan mengadakan sabungan ayam . .

Dalam Prasasti Selat, Caka 1103/1181 Masehi dikeluarkan oleh Raja Sri Jaya Pangus, halaman 4 b berbunyi:

. . . ngawineh wnang wiku rsi momah sumlaping ring karaman tan katempahana denda waci ring Kuturan . . .

Arti Bebas
 . . alasan diijinkan seorang resi berumah samping krama tidak dikenakan iuran (kewajiban) yang tinggal di Kuturan . . .

Dalam Prasasti Selumbung, Caka 1250/1328 Masehi dikeluarkan oleh Raja Sri Maha Guru, halaman II a 4 berbunyi:

. . . tan kna padeci ring Kuturan, lawan karaman ing Salumbung . . .

Arti Bebas
. . . tidak kena iuran (kewajiban) tinggal di Kuturan, juga warga di Selumbung . . .

Dalam Prasasti Batuan, tahun Caka 944/1022 Masehi, dikeluarkan oleh raja Sri Marakata Pangkaja Tunggadewa, dikatakan: 

bahwa untuk kesejahteraan penduduk desa, terdapat sawah paduka raja yang tidak ada yang mengerjakan, itulah sebabnya sawah tersebut diberikan (punya) kepada salah satunya untuk Sang Senapati yang ada di Kuturan, dijadikan pelaba pura, yang terletak di perbatasan Batuan.

           Ada dua Senapati Kuturan yang muncul pada zaman pemerintahan Sri Dharmodayana yaitu: dalam Prasasti Serai tahun Caka 915/993 Masehi, muncul De Senapati Kuturan Dyah Kuting dan Prasasti Batur Pura Abang tahun Caka 933/1011 Masehi muncul De Senapati Kuturan Dyah Kayop (Goris, R,1954:82, 89).

          Dengan demikian kalau dihubungkan Mpu Kuturan (versi Jawa) adalah seorang Brahmana, yang datang dari Jawa dan mendapat jabatan menjadi Senapati Kuturan (versi Bali) dalam pemerintahan Raja Sri Dharmodayana atau menjadi seorang ksatria Bali, lalu yang manakah nama beliau satu di antara dua nama tersebut diatas?

22 komentar:

mpu kuturan menurunkan ratna manggali, diperistri oleh mpu bahula putra mpu bharadah, menurunkan para ksatria dalem dan brahmana,

jika untuk mencertakan silsilah sri kresna kepakisan, arya wang bang, brahmana (siwabudha) maka hanya perlu diceritakan 2 orang itu,

namanya pamancanggah, artinya babad cannggah, canggah artinya ranting, ranting artinya bagian kembangan dari pokok,

jika menyertakan pokok maka bukan babad canggah namanya, jadi, penyebutan yang sebagian karena untuk menyebutkan secara lebih mengkhusus bukan berarti bertentangan atau meniadakan kebenaran dari keseluruhan yang lainya.

===================================================

raja wanita, raja janda dari dirah ,muncul dalam prasasti terep 1032, MPU KUTURAN JUGA DISEBUT MPU RAJAKERTHA, KARENA DI JAWA BELIAU ADALAH SEORANG RAJA/PENGUASA/PEMIMPIN. alasan kenapa beliau pergi kebali beliau mendapat wahyu/perintah untuk menjaga/mengiring bathara bathara dibali menjaga kesucian dan ketentraman bali, karena alasan ini pulalah (menjaga kesucian dan ketentraman bali) BELIAU MENINGGALKAN ISTRINYA YANG LEBIH MENGUTAMAKAN MENGANUT ILMU ILMU KIRI. jadi mpu kuturan sudah meninggalkan jawa diatas tahun itu (1032).

bila MPU KUTURAN TIDAK ADA, MAKA LELUHUR DARI SRI KRESNA KEPAKISAN, BRAHMANASIWA; KENITEN MAS MANUABA DLL DAN JUGA BRAHMANA BUDA DI BUDAKELING KARANGASEM ADALAH PALSU ALIAS TIDAK ADA/ ALIAS TIDAK BENAR.

===================================================
babad pasek :

sang panca rirta,
mpu gnijaya, bersenjatakan keris ibaru tinngi
mpu semeru, mpu semeru bersenjatakan i baru jeriji
mpu gana bersenjata i mpugaluh
mpu kuturan bersenjatakan keriski lebur jagat
mpu bradah bersenjatakan ki ujan ritis, mereka menjaqdi para pengajar perang.

pasukan dewata kemudian berhasil mengalahkan maya denawa, perang ini adalah perang penegakan agama bukan perebutan kekuasaan, tapi membebaskan kehidupan beragama rakyat bali itu sendiri.

rakyat bali juga berperan, pendeta, dan raja raja/penduduk sekitar pulau bali juga berperan membantu menggulingkan mayadenawa.

setelah itu barulah muncul masula masuli, jadi era masula masuli, belakangan dari maya denawa/ dalam sumber lain disebutkan sri masula masuli adalah reinkarnasi dari maya denawa yang telah selesai dihukum di alam kedewaan.

perlu diketahui, BABAD PASEK BUKAN PERTAMAKALI DITULIS OLEH JRO MANGKU SUBANDI, TAPI SEBELUMNYASUDAH PERNAH DITERJEMAHKAN DAN DIALIH AKSARAKAN OLEH SRI RESI ANANDA KUSUMA, (sekitar th 1950 an, beberapa saat setelah indonesia merdeka)

SRI RSI ANANDAKUSUMA : adalah seorang tokoh AGAMAWAN BALI YANG MEMPERJUANGKAN PENGAKUAN ATAS AGAMA HINDU OLEH PEMERINTAH RI.


===================================================

Mpu kuturan seorang rohaniawan, bila dia mau jadi pejabat maka dia akan tetap tinggal di jawa, JIKA DIA TETAP DIJAWA DIA BUKAN HANYA SENAPATI, TAPI RAJA ITU SENDIRI.

jadi, PEMBERIAN GELAR/PENGAKATAN MENJADI SENAPATI PAKIRANKIRAN IJRO MAKAKABEHAN hendaknya DILIHAT DALAM PERSPEKTIF BERBEDA.

RAJA BALI MEMBERI/MENGANGKAT SEBAGAI SENAPATI/PEMIMPIN bukan sebagai bawahan tetapi sebagai KETUA DARI SEKELOMPOK ORANG/AKHLI UNTUK MERUMUSKAN PEMECAHAN SUATU MASALAH.

PEMBERIAN GELAR SENAPATI LEBIH SEBAGAI PENGAKUAN DAN PENGHARGAAN KEPADA BELIAU, bukan MENGANGKAT, ATAU MENJADIKAN beliau sebagai bawahan DARI RAJA YANG TELAH TAKLUK,

Pertanyaan terpenting adalah, untuk apa meninggalkan JABATAN RAJA DI KERAJAAN SENDIRI, untuk kemudian MENGHAMBA KEPADA RAJA YANG TELAH TAKLUK UNTUK SEKEDAR MENJADI SENAPATI ?

Nasihat saya, perbaiki perspektif dan pemahaman spiritual keagamaan anda baru kemudiaan mencoba MENGUPAS SISI LAIN DARI BALI, bila kacamata duniawi, yang mengaggungkan pengejaran kekuasaan ,takhta dan harta dipakai melihat bali maka anda tak akan bisa melihat kesejatian bali,

Raja raja bali kuno (maya danawa), mengaku dirinya sendiri tuhan, tidak mengakui pura pura agama hindu, tidak mengakui kahyangan besakih, jadi bagaimana mungkin mereka mengakui pendeta agama hindu ? itu jawaban yang sebenarnya.

Bila, maya denawa mengakui para pendeta, mengakui ajaran agama hindu maka dia tidak akan melarang ritual agama dibesakih dan dia tidak akan diperangi oleh rakyat bali,

Dengan di bantu raja raja sekitar, dibawah arahan para pendeta, dengan restu tuhan, maka kelaliman mayadenawa berhasil disudahi.

SATYAM EVA JAYATE !!!

Mari rayakan HARI GALUNGAN, mari berjuang untuK MAJU, jangan mau diajak untuk KELIRU. hidup HINDU.





Sekarang, masyarakat HINDU BALI tinggal pilih

IKUT VERSI MAYA DANAWA (raja bali kuno), konsekuensinya, hancurkan seluruh pura dibali, sembah maya denawa dan keturunannya.

IKUT VERSI PANCA TIRTHA , konsekuensinya, lawan setiap usaha pembodophan dan penipuan yang bertujuan menyesatkan kita dari jalan DHARMA. baik yang bersifat persuasif maupun pemaksaan dengan menggunakan kekuatan frontal ( seperti yang dilakukan maya denawa dan pendukungnya). Tetap memuja Tuhan dan tidak memuja yang lainya (manusia/ mayadenawa /raja bali kuno).
===================================================
sebuah ilustrasi lucu

kayu peradah dan mpu peradah;

disebutkan calonaranng sebagai ratunya leak telah telah dikalahkan oleh mpu peradah

menurut babad peradah adalah nama mpu,

menurut penggemar ilmu kebatinan peradah adalah sejenis kayu penangkal ilmu hitam.

jadi yang mengalahkan calon arang siapa ? kayu apa mpu ?

mengingat keduanya menggunakan nama peradah,

peradah penakluk leak versi balian sakti dan pedagang batu akik adalah kayu,

balian sakti menyimpannya ditaksu dan bisa dilihat oleh mereka yang ingin melihatnya dan bagi membutuhkan pertolongan untuk melawan ilmu hitam maka sang balian akan meminjamkannya.

pedagang batu akik, menyimpannya di etalase, dijual dengan harga tinggi karena langka dan bertuah mengalahkan ilmu hitam boleh dilihat dan bila harga cocok boleh di bawa pulang.

TETAPI :

peradah, sebagai seorang mpu, hanya ditulis dalam babad, selain itu kita tidak pernah menjumpai seorang mpu yang bernama peradah, tapi kalau kayu banyak,





ilmu hitam/leak selalu muncul dalam kehidupan sehari hari, bahkan sampai hari ini, mungkinkah mpu peradah yang berkaitan dengan ilmu leak

beeehh ,, BIIN BABAD niki jro ,, ttyg sudah ubek2 sejarah jawa timur lewat sejarawan tidak satu pun yg tahu ttg MPU KUTURAN itu ,, kalau beliau seorang pendeta mestinya tercantum gelar sekte yg di anut ,, yg tertulis di prasasti2 bali ,, jika pengnut siwa gelar pendetanya berisi Dang Acharyya, Budha gelar pendetanya Dang Upadyaya dll ,lebih lengkapnya Mpungkwing Denpasar Dang Acharyya I made Bawa artinya yg terhormat pendta di denpasar gelar sekte siwa dan nama abiseka ,,dllll

kalau hanya MPU saja artinya seorah ahli bukan seorang pendeta ,, ahli senjata MPU GANRING, ahli Politik pemerintahan MPU PRAPANCA, ahli sastra MPU TAN AKUNG , dll ,, mpu asal kata PUUN sudah nasak seorang ahli ,,

karena babad kacau sejarah bali niki jro ,, babad mengandung makna di balik kata2 babad itu ,, panjang cerita ,,

salah satu contoh babad ,, bumi bali genjong lalu snghyang pasupati terbang ke india dipotong gunung mhameru iu llau dibawa ke jawa bali lombok berjatuhan menjadi gunung2 ,, dan ahirnya teteg jagat ini ,, apakah seperti itu kita makan mentah2 isi babad itu?? ,, kakalu dikupas artinya pad jaman dahulu belum ada agama maka pasupati membawa agama india menyebar di jawa bali ,, pasupati bukn hanya di gunung semeru ,, di bali banyak pemujaan pasupati misalnya pura tuluk byu, pura antapsari, pr pucak mangu dlll ,, mari dikupas babad itu ,, akan beda dgn prasasti yg keluar pad zamannya jelas angka tahun buln hari nama rja nama bawahan dlllllllllllllllllllllllllll ,, coba sekali2 anda dtang ke museum bali ke balai arkeologi dan gebur salinan prasasti bali itu ,,

mayadenawa tidak muncul dalam prassti bali ,, jadi kami tidak pakai dlm penulisn ini ,,

niki malih contoh babad ,,Dalem Putih mengetahui dirinya tidak dipilih menjadi raja, sedih hatinya lalu terlunta lunta menyusuri pinggir laut sendirian menuju arah baratdaya desa, menyusuri hutan lebat masuk wilayah Luhur Uluwatu menemukan gugusan pohon bambu petung yang luas, di mana salah satu batang bambu itu besar dan tinggi sekali, yang ujungnya tembus ke langit akhirnya bambu itu di paripurna dan ditebang, potongan bambu yang atas melesat ke sorga sedangkan batang bawahnya muncul seorang anak perempuan. Karena tidak ada Ibu lalu sang bayi disusui oleh seekor kijang yang kelak dijadikan istri oleh Dalem Putih. Kemudian peristiwa itu dijadikan bhisama oleh Dalem Putih untuk sanak saudara agar tidak makan daging kijang dan memakai bambu sebagai alas tempat tidur. Dari larangan tersebut dapat digambarkan bahwa masa itu hewan kijang dan bambu dilindungi. Yang menjadi pertanyaan mungkinkah sebatang bambu ditebang lahir seorang wanita, mungkinkah kijang menyusui manusia dan kenapa tidak Dalem Putih yang merawatnya, apakah tidak kelamaan Dalem Putih menanti sang bayi sampai dewasa untuk dijadikan istri, ini contoh sebuah babad yang mengandung makna tertentu di balik kata-kata babad itu.

biasanya dalam penulisan batas wilayah desa para pendahulu membuat batas lewat syair ,, dan berkembang jadi nama benda yg ada disekitar ,, atau membuat larangan juga lewt babad/ syair ,,

mangkin ttyg ngaturin 2 versi dlm literaur di atas yaitu versi jawa dan versi bali ,,
Kuturan ada 2 yaitu MPU KUTURAN (versi jawa) dan SENAPATI KUTURAN (versi bali) dari zaman udayana sampai zaman raja bali akhir astasura ratnabumi banten 1000 - 1343 tertulis Senapati Kuturan (mahapatih wilayah kuturan muncul berbagai nama berbeda yg menjabat ,,

MPU GNIJAYA (versi jawa sameton mpu semeru, mpu baradah, mpu kuturan dgn SRI GNIJAYA SAKTI nama lain dari raja SRI JAYA SAKTI 1150 M (versi bali sameton raja Sri suradipa dgnr Sakalindu Kirana) nama Sri Jaya sakti berganti nama setelah hidup suci menjadi Sri Gnijaya sakti

Sangkul Putih juga ada 2 versi Sangkul Putih melahirkan soroh bendesa manik mas dan SRI MAHA KULY KUL PUTIH keluarga dgn Sri Raga Jaya raja bali th 1178 M setelah hidup suci nama sama dgn ayahnya Sri Gnijaya juga ,,

Sidimantra ada dua versi Sidimantra bapaknya Manik angkeran (versi jawa) dgn Sri Maha Sidhimantra dewa saudara dgn Sri Gnijaya (Raga Jaya), Sri Maha Pu Withadarma, Sri Maha Kulya Kulputih dan Ratu di Madura jawa ,,

Rsi Markendya ada 3 versi,, Rsi Markendya versi mahabarata putra dari Bagawan Bregu ,, Rsi Markendya Babad Batur dan Rsi Markendya Gunung raung jawa ,, liu san puk versi2 itu ,,

Mengenai Babad Calonarang ditulis th 1540 Masehi menceritan ttg kehidupan Mahendradatta istri Udayana th 1000 Masehi ,, jadi jeda waktu 540 berlalu baru digubah babad calonarang itu ,,, dalam prasasti yg dikeluarkan oleh udayana dan mahendradatta tidak terdapat nama bagawanta kerajaan MPU KUTURAN ,,

behhh ... jero oh, jero jero sendiri tahu, prasasti tidak menyebutkan hubungan keluarga, hanya mencatat nama nama gelar, tata aturan, dan lain lain.

dalam budaya kita, ada namanya imba, bladbadan dan lain lain, yang mana tidak ditemukan dalam budaya kesusastraan lain, perlambang perlambang banyak dibuat dallam perumpamaanperumpamaan untuk menutupi kesan vulgar dimasa itu. tentu anda harus mengerti anda tidak boleh menggunakan sudut pandang asing dalam "membaca" sastra bali kuno.


ok saya contohkan dengan sedikit senyum lebar, atas kesempatannya berbicara :

kita mulai dengan sri tapolung dalem bedaulu.

dikisahkan raja bali teramat sakti, bisa pulang pergi, kesurga dengan mengikutti kekuatran cipta.

baik kita bahas :

surga ?

surga = tempat yang jauh, surga tempat para dewa
tempat par5a dewa = kedewatan

kedewatan jugta sebuah istilah yang berarti tempat yang sangat jauh.
jauh

tempat yang sangat jauh juga sering di nistilahkan dengan "JAWA MELETAR' pulau selain pulau bali juga sering disebiut jawa = sehingga kiata jawa juga berarti tempat nun jauh diseberang lautan .

surga =kedewatan=jauh= jawa meletar = jawa.

ok, suatu ketika, beliau pergi "suga"/"kedewatan"/"jawa. kemudian beliau melihat kebenaran.

kemudian kepala beliau diganti dengan kepala babi oleh kipasung gerigis .

disini, kitasebagai kaum intelektual yang hidup dijaman modern tentu akan tertawa lebar. manusia berkepala babi ? MUSTAHIL!!! tapi bila kita membaca seperti cara membaca orang bali maka kita akan melihat sesuatu yang mengejutkan.

BABI = WARAHA

WARAH = CERITA, PERINTAH , PETUNJUK,

karena itulah ki pasung gerigis berjanji "tak seorangpun bisa melihat wajah yang dibuatnya/ warahA/babi.


apa warahnya, kenapa harus disembunyikan, kenapa terjadi setelah pergi "kesurga" kedewatan/tempat yang jauh/jawa meletar ?



ki pasung gerigis memberikan "wajah" kepada raja, dan raja sangat malu pada wajahnya.
ada apa dengan "wajah" kenapa wajah itu membuat sri tapolung marah dan mengutuk ki pasung grigis agar kalah oleh tipu daya ?

inilah berikutnya
;
ajengan =ajeng =depan = menghadap

sayur kacang panjang = kacang = pala , bali sering disebut pulo panjang ,

minum= inum inem= = nemin = melayani

caratan = sarat = penting, caratan juga diistilahkan sebagai cekuk kejengitin.

artinya bercerita tentang babab,pulo panjang kemudian uraiannya disimpulkan (dari cara memakan yaitu digulung gulung) kesimpulannya "wajah sri tapolung terlihat, /mendongak minum air caratan/ melihat wajah, sri tapolung sangat murka, tapi tidak bisa berbuat apa apa, lalu menghilang.

renungkanlah ...

mpu pengertian orang indonesia yang mayoritas muslim berbeda dengan mpu pengertian hindu ,

mpu versi muslim adalah seorang yang ahli

mpu versi hindu adalah para rohaniawan, silahkan ikut yang mana.

mpu kuturan adanya di bali, beliau meninngalkan jawa, kerajaan yang ditinggalkannya kemudian berhasil ditaklukan oleh kahuripan, wajar kerajaan yang runtuh tidak meninggalkan catatan

kedua raja bali kuno ; tidak mengakui tuhan /beda agama/ tidak mengakui kahyangan besakih jadi wajar tidak menyertakan dalam prasasti/catatan kepemerintahanya.

masalah nama ;

diindia ada jutaaan nama pakai rama dan krisna, konden buin diindonesia, ken ne awatara iraga pasti nawang, mun irama ne sai sms gek krisna jelas to dong awatara.

adanya gung rama ne buang buangan jak gek sintha ne jalir jaliran, jelaslah beda denga rama sintha versi awatara/ramayana,

bukan berarti kemudian harus meragukan kebenaran awatara , to bes lebihan lengehne mun keto broooowww

de belog belogange keto ibane broooowwww

prasasti dibuat oleh kepentingan sekelompok orang, banyak p-rasasti bersifat ngaku ngaku, seperti : berlabuh di bali mengaku menaklukkan bali, tinngal dibali ngaku raja bali, padahal diseberang sungai ada raja, ngaku penguasa padahal hanya diikuti segelintir pelayan, PRASASTI KEBANYAKAN PRODUK POLITIS UNTUK MENGKLAIM KEKUASAAN, sedangkan kita tahu politik itu seperti apa.

serat calon arang 1540 ? pada masa itu majapahit sudah runtuh, jadi tidak mungkin di tulis di jawa, karena di jawa sudah beralih agama menjadi islam. ada cerita yang berkaitan dengan calon arang yaitu :tanting rat dan tanting mas, tulisan ini dikatakan sebagai usaha membumi balikan cerita calonarang :

cerita itu diawali dengan sepasang putri raja yang dilahirkan sebagai BABI, yaitu i tanting rat dan i tanting mas, kedua babi ini lalu bermeditasi dan mendapat anugrah menjadi manusia, sang kakak menjadi wanita cantik adiknya menjadi pemuda yang tampan. mereka mendapat wahyu agar pergi kekerajaan dirah, yang perempuan kemudian dikenal sebagai WALUNATENG DIRAH, yang laki bergelar MPU PERDAH yang akhirnya tinggal PETULISAN karena sangat sakti sehingga tidak sepatutnya tinggal di alam manusia.

bila anda katakakan cerita ini adalah untuk menceritakan mahedradata ratu bali, maka ini tentu berhubungan dengan sri tapolung dalem bedaulu raja bali YANG DIBUAT BERWAJAH BABI oleh kipasung grigis.

leluhur "lahir sebagai babi kembar" (bila benar ini menceritakan ratu bali leluhur dari raja bali kuno/anda yang mengatakanya diatas), dan keturunan terakhir "bermuka babi" .... menarik ! monggo di babar !!!

beeehh ,, biin babad ,, soto babad ,, cobalah and cari pembanding lain bukan hanya satu patokan saja ,, cobalah anda kumpulan prasasti2 bali dn di cocokan dgn purana yg ada lalu di sinergikan dgn pegangan klompok warga ,, itulah salah satu contoh babad raja berkepala babi ,, ado unduk jelema tenggek babi bisa hidup jrooo ,,

marilah paki logika dikit ,,

karang buncing itu orng tua Kebo Iwa tapeng dada kerajaan Batahanar (bukan BEDAULU) ,,

kene gen ,, ttyg med nyawis status anda yg tak masuk di lapangan ,, Silahkan dilaporkan BUKU KEBO IWA ini kija ja keneh anda ,, kita ketemu di pengadilan ,, mari kita adu data di pengadilan ,, ttyg siap ,,

AYO ,,

ane kene ajak berdebat BABAD lonto ,, di jawa ado seken to walunateng dirah alias rangda ,, kenapa di bali gen ado rangda di jawa sing ado ,,, Mpu Baradah atau Arya Pradah ,, arya pradah th 1200 ado prasasti di surabaya kota ,, babad calonarang di gubah di bali th 1540 msehi coba cek buku Tantra oleh surasmi di toko buku ,, ingat sejarah pakta di bumi/ lpangn ,, klu agma tongosne di atas langit alias awang2 ,, batara siwa berubah wujud jadi barong ,, aeeng skti ne ane nulis sastra to ,, menyaksikan batara siwa berubah wujud jadi barong betari uma jadi rangda ,, kwkwkwwk

KAN CAI NE NGORANG SERAT CALON ARANG TO MENCERITAKAN MAHEDRADATA ?

KAN CAI NE NGORANG BABAD TO MISI KATA KATA NE PERLU DI KUPAS ?

MAKANE CANG NGAJAK CI NGUPAS !!!! MAKANE CANG NGAJAK CI NGUPAS!!!

masalah digubah di bali cang kan be ngorang sing mungkin digubah dijawa, jawa ba islam guru bagus !!!! ngalih sejarah HINDU DI JAWA , SADAR BOS KAFIR TIDAK PUNYA TEMPAT!!!!

tentang kepala babi sudah tiang jelaskan brooo , BAHWA TIDAK ADA MANUSIA BERKEPALA BABI.

BABI = WARAHA = WARAH.... BROOO


MASALAH ANDA TULIS BUKU, MAU BUKU BEDAG POLENG TIANG SING PEDULI, BUKU YANG ANDA SEBUT TIANG TIDAK TERTARIK BACA (APALAGI SETELAH BERBINCANG SEDIKIT DISINI) KARENA ITU TIANG TIDAK TAHU ISINYA APA, JADI APANYA YANG TIANG LAPORKAN?

APA SUBSTANSI LAPORANNYA ?

TIANG HANYA MEMPERTANYAKAN PERNYATAAN PERNYATAAN ANDA DISINI. ITU SAJA,

JADI PERDEBATAN DISINI TIDAK RELEVAN KALAU DIBAWA KEMEJA PENGADILAN,

Lengeh bawa sendiri pak, jangan ngajak ngajak !

Ini contoh logika anda yang meloncat loncat tidak jelas :

anda mengatakan :

serat calon arang adalah cerita yang mengisahkan tentang MAHENDRADATTA:

Lalu saya katakan :
dalam cerita itu calon arang/walunateng dirah/ terlahir sebagai babi, jika benar itu tentang MAHENDRADATTA, MAKA BERARTI MAHENDRADATTA DILUKISKAN LAHIR SEBAGAI "BABI" , mahendradatta adalah leluhur raja raja bali, dan raja BEDAHULU ADALAH RAJA BALI TERAKHIR. Beliau diceritakan "BERMUKA BABI" tentu saja ini menarik,

menarik untuk dibahas, menarik untuk ditelaah, menarik untuk diselusuri. APA KAITANNYA APA ARTINYA !?!

LALU ANDA BERKATA :

MARI PAKAI LOGIKA DIKIT, KARANG BUNCING ADALAH ORANG TUA KEBO IWA TABENG DADA BATAHANAR BUKAN BEDAULU.

KESIMPULANYA :

BILA KARANG BUNCING /KEBO IWA, BUKAN BEDAULU LALU KENAPA ? KENAPA BUKU TENTANG KBO IWA HARUS DITUNTUT KEPENGADILAN? SAYA BILANG RAJA BEDAULU , DENGAN SANGAT JELAS DAN TERANG !

BILA KARANG BUNCING BUKAN BEDAULU, LALU KENAPA SAYA HARUS MEMBAHAS KARANG BUNCING DAN KEBO IWA SAMPAI KEPENGADILAN???

JRO BILA SAYA MENURUTI ANDA, BISA BISA SAYA IKUT IKUTAN DIBILANG LENGEH BUAH.

nah ne mulai bahasa kasar CAI CAI ,, inget nah CAI ane mulai ,, mai ketemu dijo keneh cai ne ,, cai ne mara ibi telah maca malu buku KEBO IWA to ,,

laporkan ttg buku to tidak mengenakan bagi CAIIII ,, nas keleng cai ,,

IH, JELEME LENGEH CI , CI TO BAHASA BIASA ! TAPI NAS KLENG BE MULAI MISUH ! MISUH TO MARE SING BAHASA BIASA!

SIAPAPUN TAHU ITU, CI , CAI, ENTE, CANG , TO BAHASA BIASA, BAHASA PASARAN. DIJANE KASAR ???

TELAH MEKONYANG JELEME DIBALI KASAR MEN "CAI" TO BAHASA KASAR.

MEN "NAS KLENG CAI" TO OMONGAN BEREK, BUNGUT BEREK NE BIASANNE MESUANG MUNYI BEREK. MAKANE BIAR CAI NGOMONG KETO CANG SING BALAS, KARENA BUNGUT CANNGE SING BEREK CARA BUNGUT CAINE !!!!

DINI GEN BE MEBUKTI KUALITAS CAINE SEBATAS AMUN KEN !!!! BIAR PEMBACA YANG YANG MELIHAT !!! BIAR PEMBACA YANG MENILAI!!







Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More