Senin, 25 Oktober 2010

SEJARAH PURA LEMPUYANG

Kronologis Sejarah Berdirinya Pura Lempuyang Gamomgan, Terdapat Dalam Prasasti Pura Puseh Sading, Kapal, dan Piagem Dukuh Gamongan, berikut:

. . . Isaka 1072 cetramasa titi dwadasi suklapaksa, tang, ping, 12, waraning Julungpujut, irika diwasa nira Paduka Maharaja Sri Jayasakti umaha mana para senapati makadi rakyan apatih imingsor I tanda rakyan ri pakiran-kiran nira kahyuna lunga maring banwa ing Bangsul, kalawan stri nira akadatwana pwa sira haneng gunung-gunung Adri Karang, sangkaning turuna sira apan hana pakawaning yayahnira Sanghyang Guru donia gumawyana Dharma rikang Gunung, maka kerahayuaning jagat Bangsul, karuhun iniringaning sewatek Mpuku, Sewa, Sogata, Bata Mantri tumut irika Sang Sri Jayasakti . . .
(Prasasti Pura Puseh Sading, Kapal, Badung).

Arti Bebas:
          Pada tahun Saka 1072/1150 M, bulan Hindu ke sembilan, pada tanggal duabelas bulan paro terang, wuku Julungpujut, pada hari itulah saat Paduka Maharaja Sri Jayasakti, menyidangkan para senapati, terutama para rakyan mahapatih dan para Tanda Mantri dibalai istana raja untuk memperbincangkan hasrat baginda bersama permaisurinda, hendak beranjangsana ke desa-desa di Bali yang ada di Gunung Karang. Adapun minat baginda datang kesana, oleh karena melaksanakan tugas perintah dari ayahnda yaitu Sanghyang Guru, yang hendaknya supaya mendirikan tempat suci (pedharman) di Gunung Lempuyang, demi untuk keselamatan Negara Bali ini. Baginda diiringi oleh para akhli (Mpu), para pendeta Siwa maupun Budha, dan para Bata Mantri turut mengiringi beliau Sri Jayasakti . . .

X. 5 Lontar Piagem Dukuh Gamongan Tentang Asal Usul Pendiri Pura Lempuyang Menjelaskan:

. . . sira Sri Gnijaya Sakti gumaweyana dharma rikang Gunung Lempuyang, iniring dening watek mpungku, sewa, sogata, mwang bata mantri makabehan,. . .
(Piagem Dukuh Gamongan, halaman 2b).
. . . sira Sri Maha Sidhimantra Dewa, neher kajagat Bangsul, jumujug maring parahyangan nira Hyang Gnijaya, maring Gunung Lempuyang, amuja palikrama, ngastiti Sanghyang Iswara, angarepaken apwi Padipan, maring Kahyangan nira Hyang Gnijaya maring Gamongan . .
(Piagem Dukuh Gamongan, halaman 5b)
. . . risampun tugtug pagosananira, sira Sri Pasung Grigis, Nyukla Bramacarya, tan adwe stri, mwang anisyanin maring Gunung Lempuyang, panugrahan sira Hyang Sidhimantra . . .
(Piagem Dukuh Gamongan, halaman 8a).
. . . risampun mendraguna pwa sira, Sri Rigis kadama putra pwa sira, dening sira Pasung Grigis, apan sira, anyukla Brahmacaryya, tan adwe sentana, sira Sri Rigis amuja palikrama maring Kahyangan nira Hyang Gnijaya, anisyanin, sasukuning Gunung Lempuyang . . .
(Piagem Dukuh Gamongan, halaman 9a).

. . . Sri Rigis caritan, sira amupu maring Gamongan, anisyanin, amuja palikrama, maring kahyangan nira Hyang Gnijaya, pinaka kembanging bwana kabeh, kabanda dening pamrajaya sira Sri Karang, maring Silabumi, sira Sri Rigis masentana tigang ginten, pinawayah, apangkusan sira Sri Pasung Giri, kang madya, sira Sri Giri Ularan, mapalarasan maring Takmwang, angawa bala temen, sakeng panugrahan nira Sri Karang Buncing maring Silabumi, katiga apasadnya sira Sri Katon Jaya, sira Pasung Giri amupu maring Gamongan, anisyanin sapuja palikrama, anureksakna punang kahyangan maring Lempuyang
(Piagem Dukuh Gamongan, halaman 20b).

. . . sira Pasung Giri, asentana limang diri, kang panwa apasadnyan sira Dukuh Gamongan, panugrahan nira Danghyang Bawurawuh, manenggekin, mwang manisyanin, maring Gunung Lempuyang, wetning treh nira Hyang Sidhimantra, amuja parikrama, maring kahyangan nira Hyang Gnijaya . . .
(Piagem Dukuh Gamongan, halaman 21a).

. . . dan diteruskan oleh keturunan Dukuh  Gamongan . . .

Arti Bebas:
. . . beliau Sri Gnijaya Sakti yang membangun pertapaan suci di Gunung Lempuyang diiringi oleh para akhli (Mpu), pendeta Siwa, pendeta Budha, juga para mentri semuanya . . .
 (Sri Gnijaya Sakti nama lain Sri Jayasakti, putra beliau yang pertama bernama sama dengan ayahnda Sri Gnijaya juga, tanpa embel-embel sakti dibelakang nama beliau, melanjutkan pertapaan di Lempuyang Gamongan, lihat kolom V.1 diatas).

. . . . beliau Sri Maha Sidhimantra Dewa, lalu balik ke jagat Bali, menuju ke pertapaan Hyang Gnijaya di Gunung Lempuyang, melaksanakan pemujaan, menyembah Sanghyang Iswara, dihadapan api pemujaan, di tempat suci Hyang Gnijaya di Desa Gamongan . . .   
(Sri Maha Sidhimantra Dewa adik kandung dari Sri Gnijaya, dan putra yang kedua dari Sri Maha Sidhimantra bernama Sri Indra Cakru, mempunyai nama sama dengan ayahnda yaitu Sri Sidhimantra juga, lihat kolom VII.1 diatas).

. . . setelah cukup umur memerintah, beliau Sri Pasung Grigis mengikuti kehidupan anyukla brahmacaryya (tidak menikah), menjadi orang suci di Gunung Lempuyang, diberkati oleh Hyang Sidhimantra . . (Sri Pasung Grigis putra pertama dari Sri Indra Cakru, lihat kolom VIII.1 diatas).

. . . setelah beliau cukup dewasa, Sri Rigis diangkat anak oleh beliau Sri Pasung Grigis, karena beliau menjalani hidup anyukla brahmacaryya (tidak menikah), tidak mempunyai keturunan, beliau Sri Rigis yang memuja dan menghaturkan persembahan umatnya di tempat suci Hyang Gnijaya, menjalani hidup suci dan mendoakan seluruh kehidupan yang ada di Gunung Lempuyang . . . . (Sri Rigis adalah putra pertama dari Sri Jaya Katong, dan Sri Jaya Katong adalah adik kandung dari Sri Pasung Grigis, lihat kolom VIII.1 diatas).

. . . . Sri Rigis diceritakan, beliau bertempat tinggal di Gamongan, menjalani kehidupan suci, memuja dan mendoakan haturan umatnya di tempat suci Hyang Gnijaya, bagaikan sari bunga bumi ini, karena terikat oleh kewajiban rohani dengan Sri Karang yang ada di Silabumi, beliau Sri Rigis menurunkan tiga putra, yang sulung diberi nama Sri Pasung Giri, yang menengah Sri Giri Ularan, yang bertanggung jawab di Takmwang, membawahi beberapa pasukan atas anugrah dari Sri Karang Buncing di Silabumi, adik yang ke tiga bernama Sri Katonjaya, beliau Pasung Giri yang bertempat tinggal di Gamongan yang memuja dan mendoakan haturan umatnya, bertanggung jawab terhadap tempat suci yang ada di Lempuyang . . . . .

. . . .  beliau Pasung Giri berputra lima orang, yang tertua bernama Dukuh Gamongan, panugrahan beliau Danghyang Bawurawuh, yang mengepalai dan sebagai orang suci di Gunung Lempuyang, memang asal keturunan Hyang Sidhimantra, memuja dan mendoakan haturan umatnya yang ada di tempat suci Hyang Gnijaya . . . . . . .

.......selanjutnya diteruskan oleh keturunan Dukuh Gamongan 

1 komentar:

sri jayasakti tahun 1072 isaka atau tahun 1150 masehi ,

PRASASTI GANDHAKUTI (24-11-1042) raja airlangga lengser keprabon madeg pandhito dengan gelar RSI AJI PADUKA MPUKU SANG PINAKA CATRANING BHUAWANA.

20-11-1042, PRASASTI PAMWATAN , menyebutkan airlangga masih menjabat menjadi raja, masih memakai/disebut dengan gelar maharaja.

airlangga membagi kerajaanya menjadi 2, untuk diwariskan kepada ke dua putranya, beliau meyerahkan tugas pembagiaqn kerajaan kepada gurunya mpu bharadah.

sebelumnya mpu bharadah sempat dikirim ke bali untuk meminta raja bali untuk mengangkat salah satu putrannya menjadi raja di bali, akan tetapi misi ini gagal karena raja bali sudah menetapkan penggantinya.

jadi melihat data tanggal dari kedua prasasti itu dapat di perkirakan peristiwa pembagian kerajaan sekitar tanggal 20-24 november-1042. dengan kata lain, dapat diperkirakan pula bahwa mpu bharadah sudah menjadi guru raja tua airlangga pada tahun tahun itu. Jadi otomatis dengan sendirinya diapun hidup ditahun tahun itu.

mpu bharadah bersaudara 5 orang, yang disebut sebagai panca tirtha, yakni :

1. yang sulung MPU GNI JAYA : menurunkan pasek sapta rsi
2.yang kedua MPU SEMERU :menurunkan pasek kayu selem
3 yang ketiga MPU GANA
4 MPU KUTURAN

1150 - 1042 = 108 tahun,

berarti kira kira kurang lebih108 tahun sebelum sri jayasakti anda itu mendatangi lempuyang, ada yang bernama mpu gni jaya melakukan yoga semadi di lempuyang.

bila sri jayasakti , belakangan kurang lebih 108 tahun, lalu berapa tahun kemudian anak sri jayasakti/gnijayasakti yang bernama sri gni jaya mengunjungi lempuyang ?

intinya menurut anda, duluan mana ada dan pernah berada dilempuyang ?

MPU GNI JAYA leluhur para PASEK
apa SRI GNI JAYA leluhur KARANGBUNCING ?





l

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More